Hemat Pangkal Kaya
%
Rajin Pangkal Pandai
%
Ada gula ada semut
%
Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu
%
Alah bisa karena biasa
%
Air susu dibalas air tuba
%
Bagai telur diujung tanduk
%
Air beriak tanda tak dalam
%
Air tenang menghanyutkan
%
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian
Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian
%
Habis manis sepah dibuang
%
Gajah mati meninggalkan gadingnya, Macan mati meninggalkan
belangnya. Manusia mati menginggalkan namanya.
%
Tong kosong nyaring bunyinya
%
Lempar batu sembunyi tangan
%
Seperti katak dalam tempurung
%
Patah hilang berganti
%
Mati satu tumbuh seribu
%
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh
%
Kalah jadi abu, menang jadi arang
%
Seperti pinang dibelah dua
%
Sudah jatuh, tertimpa tangga pula
%
Keluar mulut harimau, masuk mulut buaya
%
Tak ada rotan, akarpun jadi
%
Besar pasak dari pada tiang
%
Ada udang dibalik batu
%
Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya
%
Air cucuran jatuhnya ke pelimbahan juga
%
Ingin hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai
%
Sambil menyelam minum air
%
Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui
%
Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut diseberang lautan tampak
%
Tak ada gading yang tak retak
%
Dunia tak selebar daun kelor
%
Nasi telah menjadi bubur
%
Asam di gunung garam di laut bertemu dalam satu belanga
%
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
%
Bagai mendapat durian runtuh
%
Bagai pungguk merindukan bulan
%
Dari pada hujan emas dinegeri orang, lebih baik hujan batu di
negeri sendiri
%
Kemarau setahun dihapuskan hujan sehari
%
Pucuk dicinta ulam tiba
%
Bagai makan buah simalakama
%
Lancar kaji karena diulang, lancar jalan karena ditempuh
%
Setinggi-tingginya bangau terbang, akhirnya ke pelimbahan juga
%
Kepala sama hitam, isi hati siapa tahu
%
Sejelek-jelek pemimpin pasti punya anak buah, sebaik-baik pemimpin
pasti punya musuh
%
Buruk muka cermin dibelah
%
Setajam-tajam pisau, masih lebih tajam lidah
%
Memang lidah tidak bertulang
%
Ada asap ada api
%
Jadilah kumbang, hidup sekali di taman bunga, jangan jadi lalat,
hidup sekali di bukit sampah
%
Panas mentari di kepala orang banyak, panas hati dirasa sendiri
%
Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung
%
Duduk sama rendah, tegak sama tinggi
%
Kacang lupa kulitnya.
%
Sepandai pandai tupai meloncat, jatuh juga.
%
Tak bisa menari dikatakan lantai yang berjungkit
%
Biduk lalu kiambang bertaut
%
Bermain air basah, bermain api letup
%
Kalau tak ingin terlimbur pasang, jangan berumah di tepi laut
%
Mengharapkan hujan turun, air di tempayan ditumpahkan
%
Ke gunung sama mendaki, ke lurah sama menurun
%
Bagai kerakap di atas batu, hidup mau mati tak mau
%
Dimana ada kemauan, di situ ada jalan
%
Air susu dibalas dengan air tuba
%
Menang jadi arang, kalah jadi abu
%
Lebih baik satu burung ditangan dari pada sepuluh burung dipohon
%
Kalo di hutan tak ada singa, beruk rabun bisa menjadi raja
%
Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusukan
%
Kasih anak sepanjang galah, kasih ibu sepanjang jalan
%
Bagaikan air dengan minyak
%
Bagai air di daun talas
%
Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna
%
Malu bertanya, sesat di jalan
%
Gajah bertarung lawan gajah, pelanduk mati di tengah-tengah
%
Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi
%
Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya
%
Kalo anak pergi kelepau, yu beli belanak beli, ikan panjang beli
dahulu, Kalo any pergi kerantau, ibu cari, sanak pun cari, induk
semang cari dahulu
%
Mengharap burung terbang tinggi, punai ditangan dilepaskan
%
Dimana tak da lang, aku lah lang, kata belalang
%
Menuhuk kawan seiring menggunting dalam lipatan
%
Pikir itu pelita hati
%
Seperti katak hendak jadi lembu
%
Karena mulut badan binasa
%
Kepala boleh panas, tetapi hati harus tetap dingin
%
Surga di telapak kaki Ibu
%
Luka di kaki, sakit seluruh badan
%
Jadilah orang pandai bagai padi yang merunduk
%
